Gelapnya bintang bukan alasan aku tak bisa melihatmu
Heningnya malam bukan alasan aku tak mendengarmu
Tergantinya itu bukan alasan aku tak memendam
Sesekali ingin ku injak mekarnya mawar…
Sesekali ingin ku robek semua kertas di rumah
Dan ku bawakan angin agar serpihannya terbang
Terus tergulung hingga menyatu dan ku lemparkan
Mungkin aku tak berada di samping langit
Berselimut awan hitam dan terbawa kilat
Langit memang indah tetapi tak mungkin ku raih
Tangan ini tetap disini tetap satu pasang.
Menatap layar cerah cukup membuatku tersenyum
Mengerti keadaan bahwa aku memang begitu
Pantaskah sebongkah air mata bertemu dengan tinta?
Apalagi yang terpikirkan dan dipikirkan
Kadang, aku tersenyum melihatmu..
Kadang, hatiku tak cukup untuk kau buang
Kadang, kau cambuk dirimu
Kadang aku tak bisa melupakanmu.
2014







